Wednesday, May 8, 2019

Fiqih kelas VII semester ganjil

  1. Pengertian dzikir
Kata dzikir berasal dari bahasa Arab ذكر-يذكر- ذكرا yang berarti mengingat, menyebut, menuturkan, atau merenungi. Dzikir dalam istilah agama Islam berarti mengingat Allah (dengan cara menyebut sifat-sifat keagungan-Nya atau kemuliaan-Nya, seperti membaca tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil. Menyebut-nyebut asma Allah SWT, yakni berdzikir merupakan salah satu perbuatan mengingat Allah SWT dalam bentuk ucapan lisan yang mengandung arti pujian, rasa syukur, dan doa kepada Allah SWT perbuatan tersebut sangat dianjurkan dalam agama Islam, sebagaimana diterangkan dalam surat Al Baqarah ayat 152 berikut: 
Artinya:
karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya aku ingat (pula) kepadamu , dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku. (Q.S. Al Baqarah: 152).
Al Quran menganjurkan umat manusia supaya memperbanyak dzikir, sebagaimana dijelaskan dalam shalat Al Ahzab ayat 41 berikut:
Artinya:
Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. (Q.S. Al Ahzab: 41)
Mengucapkan dzikir pada dasarnya tidak dibatasi jumlah bilangannya. Demikian pula mengenai lafal, waktu, cara, dan tempat melaksanakannya. Akan tetapi, dzikir seyogyanya dilakukan di tempat yang suci dilandasi dengan niat ikhlas, di samping sikap khusyuk dan tawaduk. Allah SWT berfirman:
Artinya:
dan sebutlah (nama) Tuhannmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu Termasuk orang-orang yang lalai. (Q.S. Al A’raf/7: 205).
Firman Allah SWT di atas memuat tata cara (adab) berdzikir, antara lain sebagai berikut:
  1. Dzikir hendaknya dilakukan dengan sikap tadaruk (merasa dirinya hina dihadapan Allah SWT). Dengan demikian, orang yang berdzikir harus menampakkan sikap tawaduk kepada-Nya.
  2. Dzikir dilakukan dengan rasa takut kepada Allah SWT. Takut kepada keagungan dan kemuliaan-Nya sebagai Rabb (Tuhan) manusia.
  3. Dzikir dilakukan dengan berbisik-bisik saja, tidak mengeraskan suara, baik pada waktu siang maupun malam.
  4. Pengertian Doa
Secara bahasa, kata doa berasal dari bahasa Arab دعا- يدعو- دعاء yang berarti panggilan atau seruan. Menurut istilah, doa berarti permohonan sesuatu kepada Allah SWT yang disampaikan umat manusia sebagai makhluk-Nya,baik untuk kepentingan hidup di dunia maupun di akhirat kelak.
Islam memberi tuntunan kepada umatnya agar gemar berdoa atau memohon sesuatu kepada Allah SWT di samping berusaha sesuai kemampuannya. Usaha dan doa hendaknya dilakukan secara berimbang.
Dalil tentang perintah berdoa, antara lain tercantum dalam surat Al Mukmin ayat 50 dan surat Al Baqarah ayat 186.
Artinya:                                                                                         
dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu… (Q.S. Al-Mu’min/40: 60)
Artinya:                                                                                                 
dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (Q.S. Al Baqarah: 186).
Dari firman Allah SWT di atas, diperoleh pelajaran sebagai berikut:
  1. Allah SWT akan mengabulkan permohonan manusia yang memohon kepada-Nya. Oleh sebab itu, hendaknya manusia mau memohon kepada-Nya.
  2. Agar hidup manusia berada di atas jalan yang benar dan memperoleh ridha dari Allah SWT, manusia harus beriman dan memenuhi perintah-Nya.

  1. Tata Cara Dzikir
Berdzikir dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu:
  1. Dzikir dengan hati
Dzikir dengan hati ialah dengan memusatkan pikiran dan hati kepada Allah SWT karena memperhatikan kebesaran dan kekuasaan ciptaan Allah. Dengan dzikir seperti ini akan dapat menambah keimanan seorang kepada Allah SWT.
  1. Dzikir dengan ucapan (lisan)
Dzikir dengan lisan ialah dengan cara menyebut nama Allah atau mengucapkan kalimat thayibah. Sehingga dengan cara ini akan dapat menambah keimanan kepada Allah SWT.
Ucapan yang mengandung lafadz asma Allah itu misalnya sebagai berikut:
  • Ucapan Basmalah                                                بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ    
(dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang).
  • Ucapan Tahmid
(segala puji bagi Allah) اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
  • Ucapan Takbir
(Allah Maha Besar) اَللهُ اَكْبَر
  • Ucapan Tahlil
(Tiada Tuhan selain Allah) لَااِلَهَ اِلَّا الله
  • Ucapan Istighfar اَشْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْم
(aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung)
  • Ucapan Tasbih
(Maha suci Allah) سُبْحَانَ الله                                            
  • Ucapan Hauqalah لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّتَ اِلَّا بِالله
(tidak ada daya dan kekuatan kecuali atas pertolongan Allah)
  • Ucapan Ta’awud اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
(aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk)
  1. Dzikir dengan perbuatan
Dzikir dengan perbuatan ialah dzikir yang dilakukan dengan cara menjalankan segala yang diperintahkan Allah SWT dan menjahui segala larangan-Nya dengan penuh ikhlas untuk mendapatka ridha Allah SWT. Contoh dzikir dengan perbuatan ialah shalat, menuntut ilmu, menolong orang lain, silaturrahmi, dan amalan-amalan yang diperintahkan agama.
  1. Tata Cara Berdoa
Jika kita berdoa hendaklah memperhatikan tata cara sebagai berikut:
  1. Mengucapkan istighfar 3 kali.
  2. Mengucap puji-pujian kepada Allah kemudian shalawat kepada Nabi SAW.
  3. Memohon dengan khusuk dan tawaduk serta yakin bahwa doanya akan dikabulkan oleh Allah SWT.
  4. Berdoa dengan suara yang lembut dan penuh harap.
  5. Menghadap ke arah kiblat.
  6. Mengulangi doanya sampai 3 kali.
Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ عَبْدِاللهِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ, اَنَّ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُحِبُّهُ اَنْ يَدْعُوَ ثَلَاثًا (رواه ابوداود)
Artinya:                                                                                                       
“Dari Abdillah bin Mas’ud bahwa Rasulullah SAW sering sekali berdoa tiga kali.” (H.R. Abu Dawud)
  1. Dalam keadaan suci atau berwudhu.
  2. Mengangkat kedua telapak tangan pada waktu berdoa dan mengusapkannya pada wajah setelah selesai berdoa.
Dari Umar bin Khatab ra. Rasulullah SAW bersabda:
كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اِذَا رَفَعَ يَدَيْهِ فِى الدُّعَاءِ لَمْ يُحَطَّهُمَا حَتَّى يَمْسَحَ بِهِمَا وَجْهَهُ
Artinya:
“Rasulullah SAW apabila mengangkat kedua tangannya ketika berdoa dan belum menurunkannya hingga beliau mengusapkan kedua tangan itu kewajahnya”.
  1. Mengakhiri doa dengan membaca shalawat dan hamdalah.
  2. Memperhatikan waktu-waktu yang maqbul.

Adapun waktu yang maqbul atau utama adalah:
  • Tengah malam atau dipertiga malam. 3) Antara adzan dan iqamah.
  • Sesudah shalat. 4) Di saat puasa.
  • Pada hari jum’at.
Adapun sebab-sebab tidak atau belum terkabulnya doa, antara lain sebagai berikut:
  • Mungkin ditunda untuk lain waktu
Dalam sebuah hadits, diriwayatkan sebagai berikut:
مَامِنْ مُسْلِمٍ يَنْسِبُ وَجْهَهُ لِلَّهِ عَزَّوَجَلَّ فِى مَسْأَلَةٍ اِلاَّ اعْطَاهَااِياَّهُ اِمَّا اَنْ يُعَجِّلَهَا لَهُ يُعَجِّلَهَا لَهُ وَاِمَّااَنْ يَدَّخِّرَهَالَهُ (رواه احمد و الحاكم)                         
Artinya:
Tidaklah seorang muslim yang menengadahkan wajahnya (memohon) kepada Allah tentang sesuatu, kecuali Allah pasti mengabulkannya. Kadang-kadang dipercepat dan kadang-kadang diperlambat atau ditunda. (H.R. Ahmad dari Abu Hurairah: 9409 dan Al-Hakim).
  • Mungkin ditangguhkan di akhirat atau dikabulkan dalam bentuk yang lain.
  • Mungkin tidak baik (jika dikabulkan) bagi pemohon itu sendiri.
  1. Bacaan Dzikir Setelah Shalat
Dzikir kepada Allah SWT tidak cukup dilakukan dengan hati, tetapi dengan bentuk ucapan lisan sekedar dapat didengar sendiri. Bentuk ucapan lisan dapat menambah kekhusukan dzikir. Bagaimana bacaan dzikir dan doa setelah shalat? ikuti uraian berikut ini.
Bacaan dzikir dan doa sesudah shalat adalah sebagai berikut:
  1. Mengucapkan lafal istighfar sebanyak tiga kali

اَشْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمِ
Artinya: aku mohon ampun kepada Allah yang maha agung.
Lafal istighfar boleh disempurnakan menjadi:

اَشْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمِ اَلَّذِى لَا اِلَهَ اِلَّا هُوَالْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَاَتُوْبُ اِلَيْهِ              
Artinya:
Aku memohon ampun kepada Allah yang maha agung, yang tiada illah (Tuhan) selain Dia yang Hidup dan Berdiri sendiri, dan aku bertobat kepada-Nya.
  1. Membaca tahlil tiga kali
Artinya: Tiada Illah (Tuhan) selain Allahلَااِلَهَ اِلَّا الله                    
Lafal diatas dapat disempurnakan menjadi:
لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Artinya:
Tiada tuhan selain Allah yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kekuasaan dan segala puji. (Dia) yang menghidupkan dan mematikan dan dia berkuasa atas segala sesuatu.
  1. Membaca tasbih sebanyak 33 kali
Artinya: Maha Suci Allah. سُبْحَانَ الله  
  1. Membaca hamdalah sebanyak 33 kali
Artinya: Segala puji milik Allah. اَلْحَمْدُ لله
  1. Membaca takbir sebanyak 33 kali
Artinya: Allah Maha Besar اَللهُ اَكْبَر
Adapun keutamaan berdzikir sebagaimana bacaan di atas menurut hadits yang diriwayatkan oleh muslim, dari Abu Hurairah adalah sebagai berikut:
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهُ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ سَبَّحَ اللهَ فِى دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلاَثِيْنَ وَحَمِدَ اللهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِيْنَ وَكَبَّرَ اللهَ ثَلَاثًا وَثَلاَثِيْنَ فَتِلْكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُوْنَ وَقَالَ تَمَامُ الْمِائَةِ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيَءٍ قَدِيْرٌ غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ (رواه مسلم كذافى المشكوة و كذافى مسد أحمد)
artinya:
Dari Abu Hurairah r.a.. katanya, “Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa membaca subhanallah 33 kali, alhamdulillah 33 kali, Allahu akbar 33 kali, dan Laa ilaha illallah wahdahu laa syarikalahu lahul-mulku walahul-hamdu wa huwa ‘ala kulli syaiin qadir, tiap-tiap selesai sholat satu kali, Allah SWT akan mengampuni semua dosanya meskipun sebanyak buih di lautan.”  
  1. Bacaan Doa Setelah Shalat
Adapun lafal doa yang dituntunkan Islam sangat banyak, baik yang dibaca sesudah shalat fardhu maupu pada waktu-waktu lain. Doa sesudah shalat fardhu, antara lain sebagai berikut:
  1. Doa untuk kedua orang tua
رَبِّ اغْفِرْلِ وَلِوَا لِدَيَّ وَرْحَمْهُمَاكَمَا رَبَّيَانِ صَغِيْرَا
Artinya:
Ya Allah ampunilah aku dan kedua orang tuaku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.
Atau
Artinya:
“… Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. (Q.S. Al Isra’: 24)
  1. Doa mohon keselamatan di dunia dan akhirat
Artinya:                                                              
“Ya Tuhan Kami, berilah Kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah Kami dari siksa neraka”. (Q.S. Al-Baqarah: 201).
  1. Doa tentang Ilmu yang bermanfaat
اَللَّهُمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا, وَرِزْقًاوَاسِعًا طَيِّبًا مُتَقَبَّلاً
Artinya:
Ya Allah sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima.
Artinya:
“… Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.” (Q.S. Thaha/20: 114).
  1. Doa untuk menjadi orang yang pandai bersyukur
Artinya:
“Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang berserah diri”. (Q.S. Al Ahqaf/46: 15).
  1. Doa agar terhindar dari musibah
لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ الْكَرِيْمُ الْعَظِيْمُ. سُبْحَانَهُ تَبَارَكَ اللهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ. اَلْحَمْدُلِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْأَخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ                                                                               
Artinya: Tidak ada tuhan selain Allah yang Maha Mulia dan Maha Agung Maha Suci Dia, Rabb ‘Arasy yang agung. Segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Ya Allah, Berilah kami kebaikan di dunia dan akhirat serta hindarkanlah kami dari siksa neraka.


No comments:

Post a Comment